ARAKATA NANGGROE

Menata Kata, Mencari Makna

ARAKATA NANGGROE header image 1

Memperkenalkan Sabang dengan Kaos ala Mr. Pioh

May 5th, 2012 · wisata

Dail & Mikyal dua AGAM

Kalau anda mengunjungi suatu daerah terutama tempat wisata, pasti anda selalu mencari tempat untuk membeli souvenir untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan untuk keluarga atau teman. Membawa pulang souvenir bukan saja sebagai oleh-oleh  tapi juga sebagai tanda bahwa anda sudah benar-benar sah mengunjungi daerah wisata tersebut (kalau orang ke Tanah suci…bisa dikatakan sudah mabrurrrrrr lah).

Anda pasti sangat mengenal Sabang ? sebuah pulau terujung barat Indonesia yang sudah ditabalkan namanya dalam lagu “dari SABANG sampai Meuroke” oleh R Suharjo.   Sabang bukan saja terkenal karena disebutkan dalam lagu tersebut tapi Sabang terkenal karena keindahan alamnya yang merupakan anugrah sang Mahakarya.  Sabang bagaikan sebuah tetesan taman surga yang jatuh dari langit. [Read more →]

→ 2 CommentsTags: ···

Small Lake Lhok Kulam, Jeunewa

May 4th, 2012 · wisata

Danau Lhok Kulam

Danau Lhok Kulam

Kalau menyebutkan danau di Aceh, pasti yang selalu teringat adalah Danau Laut Tawar Takengon. ini memang tidak dapat dipungkiri memang, karena Danau Laut Tawar merupakan salah satu danau yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa, serta di kenal juga  sebagai bagian dari kehidupan masyarakat disana  ber Etnis Gayo yang sebagian besar adalah petani Kopi Gayo yang sudah terkenal cita rasanya di seantreo dunia.

Tapi Aceh tidak saja memiliki Danau Laut Tawar, masih banyak danau-danau lain yang tidak kurang keindahannya, walaupun dari sisi luas, danau Laut Tawar merupakan yang terluas di Aceh.

Sekitar 8 Kilometer dari  Kota Keucamatan Jeunib Kabupaten Bireuen, yang akhir-akhir ini lebih dikenal dengan sebutan Jeunewa, terhamparlah sebuah kindahan alam anugrah sang mahakarya. Berbentuk Danau Kecil yang sampai sekarang belum ada nama yang resmi (mungkin ribet ngurus akte kelahirannya ke catatan sipil).

Small Lake Lhok Kulam

Small Lake Lhok Kulam

Kami menyebutnya dengan Danau Lhok Kulam  sesuai dengan nama desa yang memiliki moyaritas kawasan danau tersebut. Nama “Lhok Kulam” sendiri sebenarnya cukup beralasan.  Kata “Lhok” dalam bahasa Aceh berarti “Dalam” dan “Kulam” berarti “Kolam”, jadi LHOK KULAM berarti “Kolam yang dalam”.

Ada juga masyarakat disekitar tersebut dengan nama “Krueng Nalan”. “Krueng” artinya “Sungai” dan “Nalan” adalah gabungan dua kata “Na” yang berati “ada” dan “Lan” yang berarti “Lumpur”. Jadi “Krueng Nalan” berarti sungai yang sudah berlumpur. Nama ini mungkin bisa diterima juga karena mungkin karena danau ini mengalirkan air juga ke kali-kali yang dibuat untuk mengairi sawah, sehingga secara fungsi hampir sama dengan sungai, dan karena dia berbentuk kubangan besar/danau sehingga terjadi endapan lumpur (Nalan).

Dan sekarang di lokasi tersebut sudah dibangun bendungan (iragasi) agar dapat memaksimalkan pengairan sawah-sawah di sekitar kecamatan Jeunib dan Pelimbang, sehingga muncul nama baru untuk lokasi ini dengan nama “Peuneulhop” yang berarti  “bendungan”.

Danau dengan luas kurang lebih 7 Hektar ini  bersumber air dari  pengunungan Alue Teuracak dan pengunungan Lhokjoek.

Lokasi ini sangat layak dikembangkan menjadi kawasan pariwisata dengan catatan tidak merusaka tatanan yang sudah ada dalam masyarakat sekitar. Sehingga menjadi sebuah pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Diakhir tulisan ini, karena banyaknya nama dan sebutan untuk danau tersebut. Menurut hemat saya Danau Tersebut sangat cocok diberi nama Small Lake Lhok Kula.

→ 1 CommentTags: ·····

Jambo Hatta

March 21st, 2012 · wisata

Panorama Hatta

Panorama Hatta

Keunoe hai rakan ta piyoh siat..
Ta duek meusapat bak jambo hatta
Nyoe kon hukom nyoe kon adat..
Mungken tabiat jiet keu biasa…

Bagi masyarakat Aceh, lagu mengisahkan Aceh Selatan yang dilantunkan oleh Syehlotan sudah tidak asing lagi, tapi banyak yang  belum tau  tentang Jambo Hatta. [Read more →]

→ 2 CommentsTags: ····

Potret Pendidikan di PSK

March 21st, 2012 · EDUCATION

Masih Meggunakan "Black Board" dengan kapur tulis

Selepas menunaikan Shalat Jum’at kemarin di Mesjid Peusangan Kota Matang Geulumpang Dua, Bireuen. Saya bersama dengan 3 sahabat yang lain ; Aulia Fitri, Dr. Muhammad Hanfiah dan Dr. Murhaban (dari Universitas Malikhussaleh) bergerak ke Peusangan Siblah Kreueng (PSK) tepatnya ke Pesantren Nurul Iman yang pernah kami kunjungi sebelumnya pada 28 September 2010 bersama dengan tim ABC (Baca : Ekspedisi ke Peusangan Siblah Krueng) dengan niat silaturrahmi dengan pengurus dan para santri.
Tidak ada perubahan yang kondisi bangunan lembaga pendidikan di desa yang sangat terpencil itu.  Dua ruangan belajar semi permanen dengan dinding papan yang tidak menutup seluruhnya dan sebagian di tutup dengan seng bekas. [Read more →]

→ No CommentsTags: ·········

“1 Blogger 1 Buku untuk Aceh” - Aceh Blogger Days

November 3rd, 2010 · EDUCATION

Anda pernah menonton film layar lebar Laskar Pelangi, seknerio yang diangkat dari sebuah novel karya Andrea Hirata. Siapa saja yang menyaksikan film tersebut pasti sangat terharu dan bersimpati terhadap dunia pendidikan yang masih buram dan jauh dari perhatian terutama di dipelosok-pelosok negeri ini.

Namun cerita seperti itu bukan saja ada dalam Film Laskar Pelangi itu, ceritu itu ada dimana-mana jika kita mau sadar dengan dunia pendidikan yang ada disekitar kita.

Setidaknya itulah yang kami rasakan ketika kami Tim X-ABC III ketika melakukan Ekpedisi Ke Pesangan Siblah Krueng, sebuah kecamatan yang terisolir di pedalaman Kabupaten Bireuen. [Read more →]

→ 3 CommentsTags:

Orang Miskin dilarang Ngeblog

February 6th, 2010 · Celoteh

blogger miskin? emang ada? tunjukkan tanganmu..?

pertanyaan itu saya temukan disebuah postingan sahabat blogger yang  secara sepihak mendakwakan bahwa blogger itu orang kaya. Hampir saja saya menunjuk tangan kalau dia langsung mengajukan pertanyaan itu didepan aku.

Benar tidaknya tuduhan itu, kita semua harus membuka mata, hati dan telinga tentang fenomena ini. Aku sendiri tidak mau membantah dan itu bukan berarti Aku Blogger Kaya, realitanya saya yakin teman-teman yang sedang membaca postingan ini walaupun bukan orang kaya raya setidaknya teman-teman adalah orang-orang yang secara financial sudah lumayan mapan.

Logikanya seperti ini, ngeblog itu kan butuh fasilitas, harus punya komputer/laptop…gak mungkin kan pakai mesin ketik di kantor kepala desa ?  setelah beli komputer minimal barang bekas seharga 1,5 juta s/d 2 jutaan kemudian  harus tersambung ke internet. Ada internet Broadband….bandwith nyus….nyus nyus……….up to 512 kbps harganya untuk paket personal  dari 200 ribu s/d 2  jutaan, atau patungan sama tetangga dengan model RT/RW Net Cuma bayar iuran sekitar 100 ribu.  Yang ingin mobile bisa internetan dimana saja harus punya modal untuk beliin komputer jinjing yang disebut dengan Laptop atau notebook yang harga “seken” atau paket Netbook seharga 3 jutaan rupiah, terus setelah itu harus beli modem CDMA atau GSM seharga 300 ratusan ribu rupiah…. Ditambah lagi dengan biaya pulsanya yang rata-rata dibutuhkan minimal 100 ribu perbulan. [Read more →]

→ 31 CommentsTags: ···

Celoteh di Udara Malam

February 1st, 2010 · Celoteh

Tadi malam…selesai mengerjakan “PR” yang menumpuk….sampai jam 1.30 dini hari, mata ini tidak bisa juga diajak istirahat. Aku beranjak ke depan Radio RIG ALINKO MK II, satu-satunya Radio Komunikasi Home Station 2 Meteran peninggalan perang yang masih aku miliki setelah ditingggal oleh Station Allband YEASU 11 Meteran yang jebol gara-gara uji coba power yang berlebihan. Sudah lama aku tidak duduk lagi di depan Radio melakukan aktivitas selayaknya breaker yang tahan berjam-jam bercuap-cuap diudara sampai mulut berbusa (mulut apa mesin cuci sih ? ).

malamKucoba nyalakan Power Suply….syukur masih ada tanda kehidupan…Radio pun menyala…… aku arahkan ke Frekwensi ke stasiun pancar ulang sebuah Komunitas Rankom yang ada di daerah ku.

Hening….. jalur sedang kosong, tidak seperti biasanya !, dengan tidak mencoba memanggil aku beralih ke Frekwensi stasiun pancar ulang kota-kota lain….Sama saja…tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan diujung sana. Semua sudah terlelap dengan mimpi-mimpi indah dan juga mimpi buruk yang selalu datang menemani dan menghantui.

[Read more →]

→ 11 CommentsTags: ··

Blogger Homo

January 21st, 2010 · PEH T'EM

bloghomoSudah 49 hari aku tidak mengupdate postingan disini…. Ntah mengapa malas aja untuk ngeblog….kalau ada  yang bertanya mengapa ? pasti sejumlah alasan klasik bahkan alas an- alasan idealis akan meluncur dengan pointer berderet.

Postingan Eyang yang mengungkit-ungkit kehidupan para Blogger sungguh sangat menggelitik aku yang sudah terlanjur mendeklarasikan diri sebagai Bloggeran (sumpahnya di depan dashboard bukan didepan Rakyat J).  Malu juga ngaku-ngaku sebagai blogger… ngadain pelatihan blog dimana-mana (dimana ya ? perasaan Cuma berapa kali aja…he..hee), ceramahin orang-orang mengenai pentingnya menulis dan ngeblog (blogger apa ustad sih ? kok ada ceramahnya….atau ustad dah jadi blogger….he…he)…. yang jelas kalau ditinjau menurut fatwa eyang aku sudah masuk katagori blogger Aktivis (asli kantong tipis). Imbas dari semua aktivitas itu…sangat sering….hampir setiap hari (sering kan ? ) selalu ada saja pertanyaan yang masuk baik melalui telpon, SMS, email, messenger dan juga permintaan kopdar untuk berdiskusi tentang blog (susah memang jadi Blogger Artis… :) ). [Read more →]

→ 20 CommentsTags: ··

Momentum

December 3rd, 2009 · RELIGION

لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه

وماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم

Artinya : Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat nanti dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah mengetahui ilmunya.

Dua bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, aku mencoba evaluasi, hasil evaluasi aku sangat sadar 1 tahun terakhir ini rapor ku sangat banyak merah dimana-mana. di awal bulan Ra’jab aku sudah bertekad dan berjanji pada diri sendiri dan kepada Tuhan untuk mencoba memperbaiki diri yang sudah sangat semerawut dan centang perenang. Aku coba memperbaiki ibadah ku…aku coba memperbaiki sikap ku, aku coba memperbaiki ucapan-ucapan ku dan aku coba menata hati ku…. Sehari demi hari terasa jiwa ini merasa sangat tentram dan hati ini merasa sangat nyaman, teduh dan sejuk. Tapi ternyata hanya berjalan dengan dua pekan….terkikis sendiri dengan kesibukan kehidupan.

Dunia ini sungguh kemilau sehingga membuat kita silau.

Waktu 24 jam sehari semalam tidak cukup bagi kita untuk mengejarnya…. tidak sadar kita sudah seperti orang gila yang mengejar awan yang dibawa angin. Kita terus terbuai dan terlena dengan fatamorgana-fatamorgana. Kita terlau percaya dengan Rupiah yang kita cari akan menyelesaikan semua masalah kita sehingga kita sering lupa akan eksitensi tempat kita bergantung yang sesungguhnya.

[Read more →]

→ 12 CommentsTags: ·

KTP Merah Putih

November 28th, 2009 · EDUCATION, PEH T'EM, RUMOH TANGGA, SASTRA

“Tengku masih menyimpan KTP Merah Putih ? bisa ceritakan sedikit tentang KTP Merah Putih ?“. Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang teman dari Bandung beberapa hari yang lalu ketika kami sedang ngobrol di Yahoo Messenger, beliau sedang mengerjakan proyek Penelitian BAPENAS tentang Kartu Tanda Penduduk. Sebenarnya saya tidak ingat lagi dengan KTP Merah Putih dan beberapa KTP Merah Putih yang saya miliki juga sudah saya buang, setelah saya coba bongkar berkas-berkas dokumen akhirnya saya menemukan beberapa KTP, satu diantaranya adalah KTP Merah Putih yang terakhir saya miliki tapi tidak saya pakai. Saya masih ingat sejak diberlakukan KTP Merah Putih di Aceh saya sempat menyandang 3 KTP Merah Putih yang terpaksa saya buat karena tuntutan suasana konflik bersenjata di Aceh.ktpmp21

KTP Merah Putih adalah Kartu Tanda Penduduk yang diberlakukan untuk masyarakat Aceh ketika berlakunya status Darurat Militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. KTP ini dimaksudkan untuk menyisir habis anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tidak jauh berbeda KTP Merah Putih ini dengan KTP biasa yang memuat indentitas Pemiliknya, tapi sedikit keunikan. Dari segi ukuran KTP Merah Putih dua kali lebih besar dari KTP biasa sehingga harus dilipat dua dan berbentuk seperti buku saku. Dan yang lebih unik bila KTP biasa hanya ditanda-tangani oleh satu pejabat berwenang, KTP Merah Putih ditandatangani oleh tiga pejabat yaitu dari Kepolisian (KAPOLSEK), dari TNI (DANRAMIL) dan Kecamatan (CAMAT)…… unik kan ? satu KTP dikeroyok rame-rame ! [Read more →]

→ 9 CommentsTags: ··