Feb
06
2010
blogger miskin? emang ada? tunjukkan tanganmu..?
pertanyaan itu saya temukan disebuah postingan sahabat blogger yang secara sepihak mendakwakan bahwa blogger itu orang kaya. Hampir saja saya menunjuk tangan kalau dia langsung mengajukan pertanyaan itu didepan aku.
Benar tidaknya tuduhan itu, kita semua harus membuka mata, hati dan telinga tentang fenomena ini. Aku sendiri tidak mau membantah dan itu bukan berarti Aku Blogger Kaya, realitanya saya yakin teman-teman yang sedang membaca postingan ini walaupun bukan orang kaya raya setidaknya teman-teman adalah orang-orang yang secara financial sudah lumayan mapan.
Logikanya seperti ini, ngeblog itu kan butuh fasilitas, harus punya komputer/laptop…gak mungkin kan pakai mesin ketik di kantor kepala desa ? setelah beli komputer minimal barang bekas seharga 1,5 juta s/d 2 jutaan kemudian harus tersambung ke internet. Ada internet Broadband….bandwith nyus….nyus nyus……….up to 512 kbps harganya untuk paket personal dari 200 ribu s/d 2 jutaan, atau patungan sama tetangga dengan model RT/RW Net Cuma bayar iuran sekitar 100 ribu. Yang ingin mobile bisa internetan dimana saja harus punya modal untuk beliin komputer jinjing yang disebut dengan Laptop atau notebook yang harga “seken” atau paket Netbook seharga 3 jutaan rupiah, terus setelah itu harus beli modem CDMA atau GSM seharga 300 ratusan ribu rupiah…. Ditambah lagi dengan biaya pulsanya yang rata-rata dibutuhkan minimal 100 ribu perbulan. Continue Reading »
Feb
01
2010
Tadi malam…selesai mengerjakan “PR” yang menumpuk….sampai jam 1.30 dini hari, mata ini tidak bisa juga diajak istirahat. Aku beranjak ke depan Radio RIG ALINKO MK II, satu-satunya Radio Komunikasi Home Station 2 Meteran peninggalan perang yang masih aku miliki setelah ditingggal oleh Station Allband YEASU 11 Meteran yang jebol gara-gara uji coba power yang berlebihan. Sudah lama aku tidak duduk lagi di depan Radio melakukan aktivitas selayaknya breaker yang tahan berjam-jam bercuap-cuap diudara sampai mulut berbusa (mulut apa mesin cuci sih ? ).
Kucoba nyalakan Power Suply….syukur masih ada tanda kehidupan…Radio pun menyala…… aku arahkan ke Frekwensi ke stasiun pancar ulang sebuah Komunitas Rankom yang ada di daerah ku.
Hening….. jalur sedang kosong, tidak seperti biasanya !, dengan tidak mencoba memanggil aku beralih ke Frekwensi stasiun pancar ulang kota-kota lain….Sama saja…tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan diujung sana. Semua sudah terlelap dengan mimpi-mimpi indah dan juga mimpi buruk yang selalu datang menemani dan menghantui.
Continue Reading »
Jan
21
2010
Sudah 49 hari aku tidak mengupdate postingan disini…. Ntah mengapa malas aja untuk ngeblog….kalau ada yang bertanya mengapa ? pasti sejumlah alasan klasik bahkan alas an- alasan idealis akan meluncur dengan pointer berderet.
Postingan Eyang yang mengungkit-ungkit kehidupan para Blogger sungguh sangat menggelitik aku yang sudah terlanjur mendeklarasikan diri sebagai Bloggeran (sumpahnya di depan dashboard bukan didepan Rakyat J). Malu juga ngaku-ngaku sebagai blogger… ngadain pelatihan blog dimana-mana (dimana ya ? perasaan Cuma berapa kali aja…he..hee), ceramahin orang-orang mengenai pentingnya menulis dan ngeblog (blogger apa ustad sih ? kok ada ceramahnya….atau ustad dah jadi blogger….he…he)…. yang jelas kalau ditinjau menurut fatwa eyang aku sudah masuk katagori blogger Aktivis (asli kantong tipis). Imbas dari semua aktivitas itu…sangat sering….hampir setiap hari (sering kan ? ) selalu ada saja pertanyaan yang masuk baik melalui telpon, SMS, email, messenger dan juga permintaan kopdar untuk berdiskusi tentang blog (susah memang jadi Blogger Artis…
). Continue Reading »
Dec
03
2009
لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه
وماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم
Artinya : Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat nanti dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah mengetahui ilmunya.
Dua bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, aku mencoba evaluasi, hasil evaluasi aku sangat sadar 1 tahun terakhir ini rapor ku sangat banyak merah dimana-mana. di awal bulan Ra’jab aku sudah bertekad dan berjanji pada diri sendiri dan kepada Tuhan untuk mencoba memperbaiki diri yang sudah sangat semerawut dan centang perenang. Aku coba memperbaiki ibadah ku…aku coba memperbaiki sikap ku, aku coba memperbaiki ucapan-ucapan ku dan aku coba menata hati ku…. Sehari demi hari terasa jiwa ini merasa sangat tentram dan hati ini merasa sangat nyaman, teduh dan sejuk. Tapi ternyata hanya berjalan dengan dua pekan….terkikis sendiri dengan kesibukan kehidupan.
Dunia ini sungguh kemilau sehingga membuat kita silau.
Waktu 24 jam sehari semalam tidak cukup bagi kita untuk mengejarnya…. tidak sadar kita sudah seperti orang gila yang mengejar awan yang dibawa angin. Kita terus terbuai dan terlena dengan fatamorgana-fatamorgana. Kita terlau percaya dengan Rupiah yang kita cari akan menyelesaikan semua masalah kita sehingga kita sering lupa akan eksitensi tempat kita bergantung yang sesungguhnya.
Continue Reading »
Nov
28
2009
“Tengku masih menyimpan KTP Merah Putih ? bisa ceritakan sedikit tentang KTP Merah Putih ?“. Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang teman dari Bandung beberapa hari yang lalu ketika kami sedang ngobrol di Yahoo Messenger, beliau sedang mengerjakan proyek Penelitian BAPENAS tentang Kartu Tanda Penduduk. Sebenarnya saya tidak ingat lagi dengan KTP Merah Putih dan beberapa KTP Merah Putih yang saya miliki juga sudah saya buang, setelah saya coba bongkar berkas-berkas dokumen akhirnya saya menemukan beberapa KTP, satu diantaranya adalah KTP Merah Putih yang terakhir saya miliki tapi tidak saya pakai. Saya masih ingat sejak diberlakukan KTP Merah Putih di Aceh saya sempat menyandang 3 KTP Merah Putih yang terpaksa saya buat karena tuntutan suasana konflik bersenjata di Aceh.
KTP Merah Putih adalah Kartu Tanda Penduduk yang diberlakukan untuk masyarakat Aceh ketika berlakunya status Darurat Militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. KTP ini dimaksudkan untuk menyisir habis anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tidak jauh berbeda KTP Merah Putih ini dengan KTP biasa yang memuat indentitas Pemiliknya, tapi sedikit keunikan. Dari segi ukuran KTP Merah Putih dua kali lebih besar dari KTP biasa sehingga harus dilipat dua dan berbentuk seperti buku saku. Dan yang lebih unik bila KTP biasa hanya ditanda-tangani oleh satu pejabat berwenang, KTP Merah Putih ditandatangani oleh tiga pejabat yaitu dari Kepolisian (KAPOLSEK), dari TNI (DANRAMIL) dan Kecamatan (CAMAT)…… unik kan ? satu KTP dikeroyok rame-rame ! Continue Reading »
Nov
16
2009
Syahdan…. di sebuah negeri yang indah dan subur nan makmur dengan kekayaan alamnya yang melimbah ruah hiduplah sebuah bangsa yang terdiri berbagai suku dan agama yang berbeda-beda. Negeri itu bukan saja kaya dengan hasil alamnya, tetapi juga kaya dengan kebudayaannya yang sangat tinggi sehingga bukan saja kekayaan alamnya yang sering di curi oleh bangsa lain, tetapi juga kebudayaannya sering menjadi intaian tetangga-tetangganya, lengah sedikit saja lagu-lagu atau tarian-tarian bangsa itu akan diklaim oleh orang lain. Karena sangat cantik nan menawannya negeri itu, bukan saja menjadi bulana-bulanan tetangganya saja, tapi juga bangsa-bangsa besar yang berada dibelahan bumi lain pun selalu meilirik/mengintai, lengah sedikit saja siempunyanya…langsung diserobot dan disedot apa saja yang berharga dari bangsa itu.
Apakah bangsa itu terdiri dari orang-orang bodoh sehingga orang lain tidak takut untuk “mengerjainnya” ? Continue Reading »
Nov
04
2009

Sejak reformasi bergulir pada 1998 dan tumbangnya rezim Suhorto oleh gelombang demonstrasi mahasiswa, seakan-akan aksi “Unjuk Rasa” adalah sebuah kekuatan yang sangat jitu dalam memperbaiki kehidupan bangsa ini. Seiring dengan tumbangnya rezim diktator, angin kebebasan bertiup kencang bahkan kebebasan yang muncul cenderung keblablasan. Harus kita akui rakyat negeri ini semakin cerdas dan kritis. Kontrol terhadap segela kebijakn Negara semakin ketat, yang dulunya para Dewan terhormat di Senayan saja enggan mengkritisi penguasa, sekarang siapa saja pasti berbicara disetiap wacana yang muncul dalam kehidupan bangsa ini. Belum lagi dengan munculnya sejumlah pakar dari sejumlah lembaga yang menyatakan atau dinyatakan dirinya sebagai pengamat bidang anu dan itu. Continue Reading »
Oct
15
2009
Senang sekali rasanya bisa kembali mengetik huruf demi huruf di dashboard blog ini. Lebih sebulan terakhir ini tidak pernah lagi menumpahkan uneg-unek yang ada di kepala. Kalau alasan terlalu sibuk….. malu juga….karena banyak blogger lain yang lebih sibuk masih sempat berbagi dalam postingannya. Entahlah….. setiap kali masuk ke dashboard selalu gagal masuk ke menu add new, ada saja alasan untuk beranjak ke tempat lain, harus ngejar target kerjaan yang sudah setinggi hidung (hitung aja sendiri tingginya berapa? )………….. harus bertemu dengan si ini - si itu, harus menandatangani berkas setinggi lutut…….. (bukan tanda tangan approved…soalnya belum jadi orang penting sih….masih sebagai chaker……. hii…hiii jadi malu)…… harussssss…………….ah semakin banyak koleksi alasannya….kata guru blogger aku…jadi blogger jangan “cengeng”…….. gak cengeng cuma manja aja…he….hee.
Semoga saja dengan mencuri waktu menulis postingan ini…akan semakin lihai mencuri waktu untuk dapat memposting postingan yang lain….. semoga.
Cukup ini saja lah…… jadi blogger jangan banyak alasan… (bukan ceramahin orang….cuma nyindir diri sendiri….gpp kan )
Sep
03
2009
Hubungan dua bangsa serumpun, Indonesia dan Malaysia semakin panas dingin saja. Indonesia sebagai bangsa yang lebih dulu merdeka dari Malaysia merasa dikebiri. Malaysia dengan gagah perkasa terus mengklaim gray area Indonesia-Malaysia, mulai dari pulau-pulau kecil sampai dengan ke ranah budaya. Tidak tanggung-tanggung Malaysia terus merasa berhak terhadap sejumlah pulau-pulapu kecil mulai dari Ambalad, Sipadan – Ligitan dan terakhir negeri jiran berhasrat menyatakan Pulau Jemur sebagai wilayah teritorialnya. Indonesia yang selama ini tak pernah mengurus pulau-pulau kecil terluar yang ada di wilayah teritorial menjadi kebakaran jenggot. Rakyat Indonesia dengan serta merta mengeluarkan tabi’at latahnya angkat suara mencaci maki tingkat pongah Malaysia yang telah berani menyerobot pekarangan tetangga. Yang lucunya ada yang selama ini tidak tau menau duduk perkaranya, bahkan seumur hidupnya baru kali ini mendengarkan bahwa ada pulau yang bernama “Jemur” diperairan Riau tiba-tiba saja menjadi seorang yang sangat patriotik membela bahwa pulau itu milik bangsa Indonesia, padahal dia sendiri tidak tau dimana letak bujur utara selatan dan timur barat pulau tersebut, berbuih-buih mulutnya mencaci maki Malaysia dengan sumpah serapah, padahal kalau Malaysia tidak mengklaim dia tidak pernah tau kalau bangsanya punya pulau itu……..untung ada Malaysia.
Continue Reading »
Aug
27
2009
Bagi Masyarakat Aceh warung kopi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Memang sudah menjadi tradisi, orang Aceh jarang yang menyediakan kopi siap seduh di rumah, karena kopi yang nikmat itu harus dijerang secara khusus seperti yang dibuat di warung/kedai kopi. Warung kopi menjadi tempat persinggahan bagi siapa saja baik anak muda, orang tua, pejabat sampai abang becak bisa dipastikan setiap hari akan singgah di warung kopi. Setidaknya 2 kali sehari orang-orang akan singgah di warung kopi, waktu pagi dan petang. Warung kopi memang telah menyatukan semua lapisan masyarakat, warung kopi bukan saja sebagai tempat meneguk segelas kopi tapi sudah menjadi tempat yang menghasilkan opini, wacana, kesepakatan bahkan kebijakan-kebijakan pemerintah.
Sejumlah komunitas baik ofline maupun online pasti sering melakukan kegiatan Gathering/Kopdar, dan Kopdar (kopi darat) di Aceh benar-benar kopdar karena tempatnya bisa dipastikan di Warung Kopi. Para blogger juga tidak ketinggalan, kopdar paling sering dilakukan, paling tidak 2 minggu sekali. Tentunya sebagai sebuah komunitas, kopdar bukan sekedar kongkow-kongkow tampa makna. Setiap kopdar pasti selalu diisi dengan diskusi-diskusi yang hangat, membahas nasib dan kemajuan komunitas, juga merencanakan sejumlah kegiatan-kegiatan.
Mungkin berbeda dengan komunitas blog lain, dalam kopdar pasti topik pembahasanya sudah tinggi, sudah membahas bagaimana menghasilkan uang dari ngeblog, bahas SEO dan topik menarik lainya. Bagi kami blogger daerah masih sibuk berdiskusi bagimana melahirkan blogger aktif sebanyak-banyaknya, karena blogger di Aceh masih sangat kurang dan yang sudah adapun masih kurang produktif. Pelatihan-pelatihan blog dan menulis adalah topik yang selalu kami diskusikan. Memang selama ini kami sudah berhasil menyelenggaran sejumlah pelatihan blog di daerah-daerah dan juga disejumlah sekolah-sekolah, tapi membuat pelatihan yang formal seperti membutuhkan persiapan yang rumit dan juga harus mencari tempat dengan koneksi yang cukup. Karena kami selalu mengusahakan pelatihan gratis, tentunya komunitas harus mengeluarkan sejumlah uang, syukur kalau ada sponsor…kalau gak terpaksa minta belas kasihan pada teman-teman blogger yang berkelebihan (kelebihan uangnya…bukan kelebihan postingnya..:) ).
Continue Reading »